Belajar Luring dan daring di era pandemi


Penyebaran virus corona di awal tahun 2019 hingga kini. Sangat berdampak pada berbgai sektor. Salah satunya adalah sektor pendidikan. Untuk menghindari perkembangan virus yang kian meluas, kemendikbud membuat kebijakan belajar jarak jauh. Baik itu secara luring atau daring.


PJJ atau pembelajaran jarak jauh secara teknis diatur oleh sekolah masing-masing. Yang dalam pelaksanaanya tentunya berbeda. Ada yang melaksanakannya secara full daring, ada yang kombinasi dan ada pula yang luring secara penuh. Terutama sekolah-sekolah yang akses terhadap jaringan internetnya masih minim. Atau belum adanya sumber daya manusia yang cukup memadai untuk melakukan proses belajar tersebut.

Disekolah tempat saya mengabdi, kami menerapkan kombinasi antara daring dan luring. Secara daring saya biasanya menggunakan aplikasi zoom untuk menjaeaskan materi dan tugas dikirim melalui messeger. Namun sayangnya masih banyak siswa yang tidak punya HP dan beberapa spot tidak memiliki akses jaringan internet, akhirnya ya saya ganti metodenya. 


Akhirnya saya membuat video pembelajaran yang kemudian diupload ke youtube, kemudian siswa diberikan waktu bertanya di group messeger. Sedangkan tugas dikirim secara private messenger. 
Namun akhinya pembelajaran saya lakukan full luring untuk efektfitas, walaupun sebagaian guru masih daring. Terutama mereka yang lokasinya cukup jauh. Agar waktu yang digunakan efektif, kami membagi siswa berdasarkan zona tempat tinggal, dengan jumlah perkelompok tak lebih dari 10 orang dan tentunya dengan standar protokol covid-19. Walaupun sebenarnya untuk jaga jarak itu yaa termasuk sulit. Hal ini tak lain karena daerah kami yang terletak jauh dari jalan utama serta nyaris tak ada pasien corona hingga tingkat kabupaten. Sehingga masyarakat memang sedikit acuh, walaupun diawal-awal masyarakt sedikit cemas.

Mengajar siswa secara luring sebenanya sangat baik karena
  1. bisa lebih dekat dengan siswanya
  2. Antara guru dan wali murid terjalin komunikasi
  3. Siswa dan orang tua merasa dihargai
  4. Dan yang terakhir, gurunya senang karena selalu disajikan makan dan minumnya (walaupun akhirnya nggak enakkan kalau terus-terusan. Apalagi sebagian rumah yang disinggahi secara ekonomi memang masih sulit


Namun pembelajaran seacara luring ada juga kekurangannya seperti yang saya alami
  1. Tidak efektif 
  2. Siswa kelelahan, karena menulis sambil duduk atau bahkan sambil rebahan.
  3. Medan yang sulit, sebagian tempat siswa kami harus melewati sungai, yang jika suasana tidak mendukung ya, tidak akan bisa menyebrang
Nah kita berharap semoga pandemi ini segera berakhir.

Posting Komentar untuk "Belajar Luring dan daring di era pandemi"